Sedang mencari training HRD Jakarta yang relevan dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), transformasi Human Resources, dan kebutuhan bisnis modern? Memilih program pelatihan yang tepat kini menjadi keputusan penting bagi HR Manager, HR Director, HR Business Partner, dan profesional Human Resources yang ingin meningkatkan kompetensi strategisnya.
Dunia Human Resources terus berkembang. Departemen HR tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap administrasi karyawan, rekrutmen, payroll, atau pelaksanaan pelatihan rutin. Perusahaan semakin membutuhkan profesional HR yang mampu menghubungkan strategi bisnis dengan pengelolaan tenaga kerja, pengembangan kepemimpinan, perencanaan kompetensi, dan transformasi organisasi.
Di saat yang sama, perkembangan AI mulai memengaruhi hampir seluruh fungsi Human Resources. Mulai dari talent acquisition, workforce planning, learning and development, hingga performance management, teknologi membuka peluang untuk mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas analisis.
Namun, menggunakan AI dalam pekerjaan HR tidak cukup hanya dengan memahami cara membuat prompt di ChatGPT. Profesional HR juga perlu memahami risiko bias, perlindungan data pribadi, perubahan desain pekerjaan, serta tanggung jawab manusia dalam pengambilan keputusan.
Karena itulah, pelatihan HRD yang menggabungkan strategic human resource management dengan penerapan AI semakin relevan bagi organisasi.
Salah satu program yang dapat dipertimbangkan adalah Human Resources and AI Training, yang diselenggarakan oleh Husin Group di Jakarta, bersama Kevin Wheeler, Chairman of the Future of Talent Institute.
Artikel ini membahas kompetensi yang perlu dipelajari HR profesional, cara memilih training human resources yang tepat, kurikulum program, profil trainer internasional, manfaat pelatihan, hingga informasi biaya dan pendaftaran.
Mengapa Training HRD Semakin Penting di Era Artificial Intelligence?
Human Resources merupakan fungsi yang berhubungan langsung dengan salah satu aset terpenting perusahaan: manusia.
Keputusan HR dapat memengaruhi kemampuan organisasi mendapatkan talenta, mempertahankan karyawan, mengembangkan kepemimpinan, serta menjalankan strategi bisnis.
Karena itu, perubahan teknologi dan lingkungan bisnis menuntut HR untuk terus meningkatkan kompetensinya.
1. Peran HR Berubah dari Administratif Menjadi Strategis
Dalam pendekatan tradisional, keberhasilan HR sering dikaitkan dengan kelancaran proses administratif.
Contohnya, penggajian selesai tepat waktu, data karyawan tersimpan dengan baik, kontrak kerja dikelola sesuai ketentuan, dan kebutuhan rekrutmen diproses berdasarkan permintaan departemen.
Seluruh aktivitas tersebut tetap penting. Namun, perusahaan juga membutuhkan HR yang mampu menjawab pertanyaan strategis.
Apakah organisasi memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan rencana ekspansi? Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan produktivitas tanpa hanya menambah jumlah karyawan? Apakah struktur organisasi masih sesuai dengan model bisnis? Bagaimana mempersiapkan pemimpin masa depan?
Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan kemampuan analisis, business acumen, dan strategic workforce planning.
Melalui pelatihan HR manager yang tepat, peserta dapat memperluas perspektif dari pengelolaan proses menuju pengambilan keputusan yang mendukung tujuan bisnis.
2. AI Mengubah Cara HR Bekerja
Artificial Intelligence memungkinkan berbagai aktivitas HR dilakukan dengan pendekatan baru.
AI generatif dapat membantu menyusun job description, mempersiapkan pertanyaan wawancara, membuat materi pembelajaran, dan merangkum informasi.
Sistem analitik tertentu dapat membantu mengidentifikasi pola dalam data tenaga kerja atau mengeksplorasi berbagai skenario kebutuhan kompetensi.
Namun, teknologi juga memiliki keterbatasan.
AI dapat menghasilkan informasi yang keliru, rekomendasi yang tidak didukung bukti, atau hasil yang bias akibat data dan kriteria yang digunakan.
Karena itu, training AI untuk HR perlu mengajarkan lebih dari sekadar penggunaan aplikasi. Peserta juga harus memahami kapan AI layak digunakan, bagaimana memeriksa hasilnya, dan siapa yang bertanggung jawab atas keputusan akhir.
3. HR Leadership Membutuhkan Kompetensi Baru
Pemimpin HR semakin dituntut memahami perubahan organisasi secara menyeluruh.
Ketika perusahaan menerapkan teknologi baru, HR perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap karyawan, kompetensi, beban kerja, komunikasi, dan budaya organisasi.
Transformasi AI tidak dapat diperlakukan hanya sebagai proyek teknologi informasi.
Perusahaan juga membutuhkan kemampuan change management, stakeholder management, dan leadership untuk memastikan perubahan dapat dijalankan secara bertanggung jawab.
Inilah salah satu alasan pelatihan Human Resources tingkat manajerial dan senior leadership menjadi penting.
Apa yang Harus Dipelajari dalam Training Human Resources Modern?
Sebelum memilih kursus HRD bersertifikat, calon peserta sebaiknya mengevaluasi apakah kurikulumnya sesuai dengan tantangan pekerjaan dan kebutuhan organisasi.
Bagi HR Manager dan HR Director, terdapat beberapa area kompetensi yang semakin relevan.
Strategic Human Resource Management
Strategic HR management menghubungkan pengelolaan tenaga kerja dengan strategi bisnis.
Dalam pelatihan, peserta sebaiknya belajar bagaimana mengidentifikasi masalah bisnis yang membutuhkan respons HR, menentukan prioritas, serta memilih indikator keberhasilan.
Sebagai contoh, apabila perusahaan mengalami peningkatan turnover, HR perlu memahami apakah masalahnya berkaitan dengan kompensasi, kepemimpinan, beban kerja, atau kesempatan pengembangan karier.
Pendekatan strategis membantu HR menghindari solusi yang terlalu cepat sebelum memahami akar masalah.
Organization Design dan Workforce Planning
Organization design berkaitan dengan bagaimana perusahaan menyusun peran, tanggung jawab, struktur pelaporan, dan mekanisme pengambilan keputusan.
Sementara itu, workforce planning membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan berdasarkan strategi bisnis.
Keduanya penting ketika organisasi melakukan ekspansi, restrukturisasi, otomatisasi, atau perubahan model operasional.
Talent Acquisition dan Skills Assessment
Rekrutmen modern tidak hanya membutuhkan kemampuan mencari kandidat.
HR juga perlu memahami bagaimana mendefinisikan kompetensi pekerjaan, merancang proses interview terstruktur, dan mengevaluasi keterampilan secara relevan.
Penggunaan AI dapat membantu persiapan proses tersebut, tetapi penilaian kandidat tetap membutuhkan pengawasan manusia.
Learning and Leadership Development
Perubahan teknologi menciptakan kebutuhan pengembangan keterampilan baru.
HR perlu memahami bagaimana menghubungkan program pelatihan dengan perubahan pekerjaan, kebutuhan kepemimpinan, dan kesiapan suksesi.
Dengan demikian, learning and development tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, melainkan bagian dari strategi organisasi.
HR Analytics dan AI Governance
Kemampuan menggunakan data menjadi semakin penting bagi HR profesional.
Namun, analisis yang baik bukan sekadar membuat dashboard atau menghasilkan laporan.
HR perlu memahami kualitas data, definisi indikator, hubungan antara variabel, serta keterbatasan kesimpulan.
Selain itu, penggunaan AI membutuhkan tata kelola yang memperhatikan privasi, keadilan, dan tanggung jawab keputusan.
Rekomendasi Training HRD Jakarta 2027: Human Resources and AI bersama Husin Group
Bagi profesional HR yang ingin mempelajari berbagai kompetensi tersebut dalam satu program terstruktur, Human Resources and AI Training dari Husin Group merupakan salah satu pilihan yang relevan untuk dipertimbangkan.
Program ini diselenggarakan secara tatap muka selama dua hari di Jakarta dan menghadirkan Kevin Wheeler sebagai trainer.
Pelatihan dirancang untuk menghubungkan perkembangan AI dengan tantangan nyata dalam pengelolaan Human Resources.
Fokusnya bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru, tetapi membantu peserta memahami perubahan pekerjaan, kebutuhan organisasi, serta pilihan implementasi yang masuk akal.
Peserta akan mengikuti presentasi singkat, diskusi studi kasus, aktivitas kelompok, praktik AI, dan penyusunan rencana perbaikan HR.
Dua studi kasus fiktif digunakan sepanjang program: sebuah perusahaan manufaktur Indonesia yang sedang merencanakan ekspansi dan sebuah perusahaan jasa regional yang sedang mengubah operating model.
Kedua kasus dirancang dengan informasi yang belum lengkap, sehingga peserta perlu mengidentifikasi data dan pertanyaan yang dibutuhkan sebelum membuat rekomendasi.
Pendekatan ini relevan dengan pekerjaan HR sehari-hari, ketika keputusan sering harus dibuat berdasarkan informasi yang masih perlu diperiksa.
Mengenal Kevin Wheeler, Trainer Human Resources and AI
Salah satu pertimbangan penting ketika memilih training HRD Jakarta adalah kredibilitas dan pengalaman trainer.
Program Human Resources and AI menghadirkan Kevin Wheeler, seorang profesional internasional yang memiliki pengalaman dalam bidang talent management, recruitment, human capital, dan pengembangan strategi organisasi.
Dalam profil program, Kevin Wheeler diperkenalkan sebagai:
Chairman, Future of Talent Institute
CEO, Global Learning Resources
Co-Director, Australasian Talent Conference
Kevin Wheeler merupakan entrepreneur, educator, consultant, dan penulis yang telah bekerja dengan berbagai organisasi, termasuk perusahaan Fortune 500.
Ia juga merupakan pendiri sejumlah organisasi yang berfokus pada perkembangan talenta dan pembelajaran.
Pengalaman Internasional dalam Talent Management
Kevin Wheeler memiliki pengalaman konsultasi dan pembelajaran di berbagai negara, termasuk Australia, Selandia Baru, Singapura, China, Thailand, Belanda, Kanada, Chile, dan Italia.
Pengalaman lintas negara ini relevan bagi para profesional HR yang bekerja dalam organisasi multinasional atau menghadapi tantangan tenaga kerja yang semakin beragam.
Dalam bidang talent management, pemahaman mengenai perbedaan budaya, pasar tenaga kerja, dan kebutuhan organisasi dapat membantu HR mengevaluasi pendekatan yang sesuai dengan konteks bisnisnya.
Penulis Buku tentang Talent Acquisition
Kevin Wheeler juga menulis berbagai artikel mengenai recruitment, talent management, leadership, career development, dan learning strategy.
Di antara buku yang tercantum dalam profilnya adalah:
Talent Acquisition Excellence: Using Digital Capabilities and Analytics to Improve Recruitment, diterbitkan pada 27 Februari 2024.
Buku ini membahas tema talent acquisition, kemampuan digital, dan analytics dalam recruitment.
Selain itu, ia menulis The Corporate University Workbook: Launching the 21st Century Learning Organization, yang diterbitkan pada 24 Januari 2005.
Latar belakang tersebut menjadikan Kevin Wheeler relevan sebagai pembicara untuk topik Human Resources and AI, khususnya pada hubungan antara perkembangan teknologi, strategi talenta, dan perubahan organisasi.
Kurikulum Lengkap Human Resources and AI Training
Program ini memiliki 11 modul yang membahas berbagai aspek Human Resources secara terintegrasi.
Berikut gambaran pembelajaran yang akan diperoleh peserta.
Modul 1: Strategic HR and the Work Ahead
Modul pertama membantu peserta menghubungkan prioritas bisnis dengan tanggung jawab operasional dan strategis HR.
Peserta diajak membedakan kebutuhan bisnis yang nyata dari ketertarikan terhadap penggunaan teknologi tertentu.
Melalui aktivitas kelompok, peserta mengidentifikasi masalah HR, pihak yang terdampak, serta hasil yang ingin dicapai.
Output pembelajaran mencakup prioritas bisnis yang dikaitkan dengan respons HR, indikator pengukuran, dan pertanyaan kerja yang akan ditindaklanjuti.
Modul 2: AI and the HR Operating Model
Modul kedua memperkenalkan generative AI, predictive models, dan AI agents dalam konteks Human Resources.
Peserta mempelajari bagaimana pekerjaan dapat dibagi antara teknologi, HR shared services, specialist teams, HR Business Partners, dan line managers.
Salah satu aktivitasnya adalah mengevaluasi jawaban AI yang mengandung kesalahan dan rekomendasi tanpa dukungan bukti.
Tujuannya adalah membantu peserta memahami batas antara penggunaan AI sebagai alat bantu dan pengambilan keputusan yang tetap membutuhkan tanggung jawab manusia.
Modul 3: Organization Design and Workforce Planning
Modul ini membahas bagaimana perubahan teknologi dapat memengaruhi tugas, struktur tim, hubungan pelaporan, dan kebutuhan tenaga kerja.
Peserta mempelajari cara mengevaluasi pekerjaan sebelum mengasumsikan bahwa seluruh jabatan akan hilang akibat AI.
Dalam aktivitas kelompok, peserta membandingkan pilihan seperti rekrutmen, pengembangan kompetensi, perpindahan internal, dan otomatisasi.
Pembelajaran menghasilkan rancangan alur kerja, pembagian tanggung jawab, serta identifikasi kesenjangan keterampilan.
Modul 4: Talent Acquisition and Skills Assessment
Talent acquisition menjadi salah satu area penting dalam transformasi HR.
Modul ini menghubungkan employee value proposition dengan strategi attraction dan retention.
Peserta mempelajari penggunaan AI untuk mendukung kejelasan peran, kriteria pekerjaan, dan persiapan interview.
Program juga menekankan risiko penggunaan indikator keterampilan yang tidak tepat, bias bahasa, dan persoalan aksesibilitas.
Salah satu aktivitasnya adalah memperbaiki lowongan pekerjaan fiktif dan menyusun structured interview guide.
Peserta juga membandingkan hasil AI dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dengan peninjauan bilingual jika tersedia.
Modul 5: Learning, Leadership Development and Mobility
Modul kelima membahas hubungan antara pembelajaran, perubahan pekerjaan, kebutuhan kepemimpinan, dan mobilitas talenta.
Peserta mengeksplorasi bagaimana organisasi dapat mengembangkan kompetensi karyawan melalui coaching, pembelajaran, dan kesempatan internal.
Topik ini relevan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan tenaga kerja tanpa selalu bergantung pada rekrutmen eksternal.
Pembelajaran juga mempertimbangkan keterbatasan akses digital, waktu kerja, serta perbedaan kesiapan teknologi antarkaryawan.
Modul 6: Performance, Rewards and Employee Experience
Performance management merupakan salah satu fungsi HR yang membutuhkan keseimbangan antara data dan penilaian manusia.
Dalam modul ini, peserta mengevaluasi bagaimana teknologi dapat mendukung pengelolaan kinerja, rewards, dan employee experience.
Penggunaan AI perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena data yang tersedia belum tentu mencerminkan seluruh kontribusi seorang karyawan.
Modul ini relevan bagi HR Manager yang ingin meningkatkan kualitas evaluasi kinerja tanpa menjadikan rekomendasi teknologi sebagai keputusan final.
Modul 7: Practical AI Lab
Salah satu komponen penting program adalah Practical AI Lab.
Melalui sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi penggunaan AI dalam aktivitas praktik.
Pendekatan hands-on membantu peserta melihat bagaimana hasil AI perlu diperiksa sebelum digunakan dalam pekerjaan HR.
Peserta diwajibkan membawa laptop sendiri karena terdapat aktivitas pembelajaran yang membutuhkan penggunaan aplikasi.
Practical AI Lab juga membantu menghubungkan pembahasan konseptual dengan penerapan teknologi yang lebih nyata.
Modul 8: Governance, Privacy and Decision Authority
Penggunaan AI dalam Human Resources membutuhkan tata kelola yang jelas.
HR menangani informasi pribadi dan keputusan yang dapat memengaruhi karier serta hak karyawan.
Karena itu, modul ini membahas governance, privacy, dan decision authority.
Peserta diajak mempertimbangkan kapan teknologi dapat membantu pekerjaan dan kapan keputusan harus ditinjau oleh manusia.
Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi AI recruitment, HR analytics, atau penggunaan AI dalam performance management, pemahaman tata kelola menjadi bagian penting dari implementasi.
Modul 9: Cultural Competency, Leadership and Change
Transformasi teknologi tidak hanya mengubah sistem, tetapi juga memengaruhi manusia yang menggunakannya.
Modul ini membahas aspek budaya, kepemimpinan, komunikasi, dan pengelolaan perubahan.
Peserta mempelajari pentingnya mempertimbangkan kebutuhan karyawan serta kemampuan manajer dalam menjalankan perubahan.
Pembelajaran menghasilkan rancangan pendekatan perubahan dan konsultasi, termasuk tindakan manajer, pertanyaan karyawan, serta jalur dukungan.
Modul 10: HR Analytics and the Business Case
Modul kesepuluh berfokus pada penggunaan data HR untuk mendukung keputusan bisnis.
Peserta mempelajari pentingnya memeriksa kualitas data, definisi indikator, dan dasar perhitungan.
Program juga membahas perbedaan antara korelasi dan sebab-akibat.
Dalam konteks implementasi AI, peserta mengevaluasi biaya, manfaat, kebutuhan pelatihan, dan pengawasan.
Salah satu pesan pentingnya adalah bahwa waktu yang berhasil dihemat tidak otomatis menjadi penghematan biaya yang benar-benar terealisasi.
Output pembelajaran berupa business case satu halaman yang mencakup penanggung jawab, kondisi awal, asumsi biaya, indikator hasil, dan ketentuan evaluasi.
Modul 11: 90-Day Implementation Clinic
Modul terakhir membantu peserta menyusun rencana perbaikan HR selama 90 hari.
Rencana tersebut mencakup persiapan, pengujian, evaluasi, kebutuhan perubahan proses, pengembangan kemampuan manajer, dan dukungan kepada karyawan.
Peserta menyusun rencana 30, 60, dan 90 hari serta mempresentasikannya untuk mendapatkan masukan.
Menariknya, program tidak mewajibkan setiap solusi menggunakan AI.
Pilihan tanpa AI tetap dapat dipertimbangkan apabila lebih tepat untuk menyelesaikan masalah organisasi.
Output akhir adalah HR improvement plan dengan penanggung jawab, milestones, indikator, serta pertanyaan yang masih perlu diselesaikan.
Apa Keunggulan Pendekatan Pelatihan Ini?
Ketika memilih corporate HR training Jakarta, calon peserta sebaiknya tidak hanya melihat daftar topik.
Metode pembelajaran juga perlu dipertimbangkan.
Program Human Resources and AI menggunakan kombinasi presentasi, studi kasus, diskusi kelompok, aktivitas praktik, dan penyusunan rencana implementasi.
Pembelajaran Berbasis Kasus Bisnis
Penggunaan dua studi kasus fiktif memungkinkan peserta mendiskusikan masalah organisasi tanpa harus membuka informasi rahasia perusahaan.
Peserta juga diajak mengevaluasi data yang belum lengkap, mengidentifikasi asumsi, dan mempertanyakan rekomendasi yang belum didukung bukti.
Pendekatan ini relevan bagi profesional HR yang sehari-hari harus membuat rekomendasi dalam situasi bisnis yang kompleks.
Praktik AI dengan Pengawasan Manusia
Program tidak memposisikan AI sebagai solusi untuk setiap persoalan.
Sebaliknya, peserta mempelajari bagaimana menentukan penggunaan teknologi berdasarkan kebutuhan bisnis, risiko, dan kualitas hasil.
Pendekatan tersebut penting karena implementasi AI yang efektif tidak selalu berarti otomatisasi sebanyak mungkin.
Rencana Tindak Lanjut Setelah Training
Salah satu tantangan pelatihan profesional adalah menerjemahkan pembelajaran menjadi perubahan di tempat kerja.
Melalui 90-Day Implementation Clinic, peserta diarahkan untuk menyusun rencana perbaikan HR dengan prioritas, penanggung jawab, dan indikator evaluasi.
Rencana tersebut dapat menjadi bahan diskusi lanjutan bersama manajemen perusahaan setelah peserta kembali bekerja.
Siapa yang Cocok Mengikuti Human Resources and AI Training?
Program ini relevan bagi profesional Human Resources yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan tenaga kerja dan perubahan organisasi.
HR Manager dapat memperoleh perspektif untuk menghubungkan pekerjaan HR dengan prioritas bisnis, mengevaluasi proses, dan mengidentifikasi penggunaan AI yang tepat.
HR Director dan CHRO dapat menggunakan pembelajaran untuk mempertimbangkan transformasi HR operating model, workforce planning, dan tata kelola teknologi.
HR Business Partner dapat memperkuat kemampuan konsultatif dalam membantu pimpinan departemen mengevaluasi masalah tenaga kerja dan kebutuhan kompetensi.
Talent Acquisition Manager dapat mengeksplorasi penggunaan AI dalam role clarity, interview preparation, dan skills assessment dengan memperhatikan risiko bias.
Learning and Development Manager dapat mempelajari hubungan antara perubahan pekerjaan, pengembangan kepemimpinan, dan kebutuhan pembelajaran.
Selain itu, profesional yang terlibat dalam organization development, HR transformation, dan workforce planning juga dapat mempertimbangkan program ini sesuai tanggung jawabnya.
Sertifikat Internasional: Apa yang Diperoleh Peserta?
Sertifikat merupakan salah satu pertimbangan ketika memilih training human resources.
Dalam program Human Resources and AI dari Husin Group, peserta memperoleh Certificate of Completion yang diterbitkan oleh Future of Talent Institute, Amerika Serikat.
Sertifikat diberikan dalam bentuk soft copy PDF.
Penting untuk membedakan sertifikat penyelesaian pelatihan dengan sertifikasi kompetensi profesional.
Certificate of Completion menunjukkan penyelesaian program pembelajaran sesuai ketentuan penyelenggara. Sertifikat ini tidak dengan sendirinya merupakan lisensi profesi atau sertifikasi kompetensi yang diperoleh melalui ujian akreditasi.
Bagi profesional HR, nilai utama pelatihan tetap terletak pada relevansi materi, kualitas pembelajaran, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam pekerjaan.
Bagaimana Cara Mendaftar Training Human Resources and AI?
Pendaftaran dilakukan melalui formulir resmi program.
Perusahaan atau peserta perlu melengkapi informasi peserta, termasuk nama, nomor telepon, email, dan jabatan.
Untuk pendaftaran perusahaan, formulir juga meminta informasi organisasi dan pihak yang berwenang memberikan persetujuan.
Setelah formulir dilengkapi, dokumen dapat dikirimkan melalui email kepada tim Husin Group.
Email pendaftaran: hr@husingroup.com
Telepon: +6221-5386633
Website: www.husingroup.com
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Training HRD Jakarta
1. Apa rekomendasi training HRD Jakarta untuk tahun 2027?
Salah satu program yang dapat dipertimbangkan adalah Human Resources and AI dari Husin Group. Program ini relevan bagi profesional HR yang ingin mempelajari hubungan antara AI, strategic HR management, workforce planning, talent acquisition, dan transformasi organisasi.
2. Apakah program ini cocok untuk HR Manager dan HR Director?
Ya, materi program relevan bagi HR Manager, HR Director, HR Business Partner, dan profesional yang terlibat dalam strategi serta pengembangan fungsi Human Resources.
3. Siapa trainer Human Resources and AI?
Program menghadirkan Kevin Wheeler, Chairman of the Future of Talent Institute, CEO of Global Learning Resources, dan Co-Director of the Australasian Talent Conference.
4. Apakah peserta mendapatkan sertifikat internasional?
Peserta memperoleh Certificate of Completion dari Future of Talent Institute, Amerika Serikat, dalam bentuk soft copy PDF. Sertifikat ini merupakan bukti penyelesaian pelatihan, bukan sertifikasi kompetensi profesional.
5. Apakah pelatihan menggunakan bahasa Indonesia?
Tidak. Materi dan penyampaian pelatihan menggunakan bahasa Inggris.
6. Apakah peserta harus membawa laptop?
Ya. Peserta diwajibkan membawa laptop sendiri untuk mendukung sesi praktik penggunaan aplikasi.
7. Di mana lokasi training berlangsung?
Program dijadwalkan berlangsung secara offline di hotel bintang lima di Jakarta. Nama hotel spesifik akan diumumkan oleh penyelenggara.
8. Bagaimana cara mendapatkan informasi pendaftaran?
Calon peserta dapat menghubungi Husin Group melalui email hr@husingroup.com atau telepon +6221-5386633 untuk meminta informasi program dan formulir pendaftaran.